HARIANRIAU.CO - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terus bergerak memperjuangkan peningkatan infrastruktur transportasi dan konektivitas wilayah. Bupati Inhu Ade Agus Hartanto bersama jajaran melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI guna menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan sarana transportasi di Kabupaten Indragiri Hulu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Ade didampingi Sekretaris Daerah Inhu Zulfahmi Adrian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Indrawansyah, Plt Kadishub Inhu Venny Rismawanti, Kepala BPTD Kelas II Riau Muttaqien serta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya.
Rombongan Pemkab Inhu diterima langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan yang didampingi jajaran direktur di lingkungan Ditjen Hubdat.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam paparannya, Bupati Ade menyampaikan sejumlah usulan penting yang dinilai mendesak untuk mendukung keselamatan dan konektivitas transportasi di Kabupaten Indragiri Hulu.
Adapun usulan tersebut meliputi pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU), rambu-rambu lalu lintas, Zona Selamat Sekolah (ZOSS), rambu sungai, halte sungai, pedestrian hingga kebutuhan bus perintis untuk wilayah yang belum terjangkau angkutan umum.
“Indragiri Hulu dilintasi oleh jalan nasional. Besar harapan kami perlengkapan jalan dapat dibangun oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Bupati Ade.
Ia juga meminta kejelasan terkait status lahan Terminal Gerbangsari yang hingga kini masih menjadi perhatian Pemkab Inhu.
“Kami ingin memastikan status lahan Terminal Gerbangsari apakah sudah tercatat menjadi aset Kemenhub atau masih tercatat sebagai aset Pemkab Inhu. Prinsipnya kami menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenhub terkait tindak lanjut pembangunan Terminal AKAP Gerbangsari,” lanjutnya.
Selain itu, Bupati Ade menilai keberadaan bus perintis sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas masyarakat, terutama di kawasan terpencil dan wilayah yang belum dilayani angkutan umum.
"Kami juga memerlukan bus perintis mengingat beberapa kawasan di Inhu masih belum dilayani angkutan umum. Ada beberapa sekolah dan pemukiman di sejumlah kecamatan yang memang memerlukan angkutan perintis agar konektivitas wilayah bisa terwujud,” jelasnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dirjen Hubdat Aan Suhanan mengatakan pihaknya tetap berupaya mendukung kebutuhan daerah meski saat ini Ditjen Hubdat juga menghadapi efisiensi anggaran.
“Ditjen Hubdat juga mengalami efisiensi anggaran sehingga untuk sementara kegiatan fisik masih dibatasi, tetapi tetap kami upayakan,” kata Aan Suhanan.
Ia juga menjelaskan bahwa status lahan Terminal Gerbangsari saat ini masih tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan belum menjadi aset Kementerian Perhubungan.
"Mengenai tanah Terminal Gerbangsari, untuk saat ini belum tercatat sebagai aset Kemenhub dan masih milik Pemkab Inhu. Sedangkan pembangunan Terminal AKAP Gerbangsari sudah masuk dalam Renstra Kemenhub,” jelasnya.
Aan Suhanan juga menyampaikan bahwa apabila terdapat wacana pemanfaatan aset tersebut menjadi Islamic Center, maka keputusan sepenuhnya dikembalikan kepada kebijakan Bupati Inhu.
Terkait usulan pedestrian, PJU dan perlengkapan jalan lainnya, Dirjen Hubdat memastikan seluruh usulan akan dibahas bersama direktorat terkait.
“Yang terpenting koordinasi antara Dinas Perhubungan Kabupaten Inhu dengan BPTD Kelas II Riau harus terus diintensifkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Riau Muttaqien mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Ditjen Hubdat dengan melakukan survei lapangan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.
“Kami akan menugaskan personel untuk melakukan survei terkait kebutuhan rambu, PJU hingga halte sungai di Kabupaten Indragiri Hulu,” ujarnya.
Usai pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen sinergi antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kementerian Perhubungan RI dalam meningkatkan konektivitas dan keselamatan transportasi masyarakat.

